Spesifikasi Combine Harvester yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

Home / Single Post

Combine harvester adalah mesin panen serbaguna yang digunakan untuk memanen, merontokkan, dan membersihkan biji-bijian seperti padi dan jagung dalam satu proses. Bagi instansi pemerintah yang hendak mengadakan alat ini melalui e-Katalog LKPP, memahami spesifikasi teknis menjadi langkah awal yang krusial . Artikel ini akan mengupas tuntas spesifikasi combine harvester yang perlu diperhatikan sebelum membeli dari supplier INAPROC terpercaya.

Apa Itu Combine Harvester dan Mengapa Spesifikasinya Penting?

Supplier INAPROC menyediakan combine harvester untuk kebutuhan panen dengan spesifikasi sesuai kondisi dan kebutuhan lahan
Memahami spesifikasi combine harvester membantu menentukan mesin yang sesuai dengan kebutuhan lahan dan operasional panen.

Combine harvester adalah mesin pertanian yang menggabungkan proses memotong, merontokkan, dan membersihkan hasil panen dalam satu rangkaian kerja. Pemilihan spesifikasi yang tepat penting agar mesin sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan operasional. Dalam pengadaan, spesifikasi menjadi acuan untuk membandingkan produk dan menentukan pilihan yang tepat. Dengan memahami kapasitas, daya mesin, fitur, serta kebutuhan lahan, tim pengadaan dapat menghindari pembelian alat yang tidak sesuai.

Pengertian Combine Harvester untuk Pengadaan Pemerintah

Combine harvester merupakan alat mesin pertanian (alsintan) yang menggabungkan tiga fungsi sekaligus: memotong, merontokkan, dan membersihkan hasil panen. Dalam konteks pengadaan pemerintah, spesifikasi combine harvester yang jelas menjadi dasar penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan dokumen pemilihan penyedia .

Pentingnya Memahami Spesifikasi Sebelum Membeli dari Supplier INAPROC

Memahami spesifikasi sebelum membeli membantu tim pengadaan menentukan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) secara akurat. Selain itu, spesifikasi yang tepat memastikan alat yang dibeli sesuai dengan kebutuhan lahan dan produktivitas yang diharapkan .

Spesifikasi Combine Harvester yang Wajib Diperhatikan

Sebelum menentukan pilihan, beberapa spesifikasi combine harvester perlu diperiksa, seperti kapasitas kerja, daya mesin, konsumsi bahan bakar, sistem penggerak, dimensi, dan fitur pendukung. Setiap lahan memiliki kondisi berbeda, sehingga pemilihan tidak sebaiknya hanya berdasarkan harga. Mesin perlu disesuaikan dengan luas lahan, kondisi tanah, jenis tanaman, serta target produktivitas agar penggunaannya lebih efektif.

Kapasitas Mesin dan Efisiensi Panen

Kapasitas mesin menjadi indikator utama produktivitas combine harvester. Untuk lahan sawah di Indonesia, mesin dengan daya 35 HP hingga 100 HP umumnya digunakan . Kapasitas kerja aktual berkisar antara 0,1 hingga 0,62 hektar per jam, tergantung pada kondisi lahan dan spesifikasi mesin .

Daya Mesin dan Konsumsi Bahan Bakar

Daya mesin menentukan kemampuan alat dalam berbagai kondisi lahan. Combine harvester dengan daya 70 HP memiliki spesifikasi seperti Combine Harvester Model AW 70 VW yang dibanderol sekitar Rp475 juta , sementara tipe yang lebih besar seperti Combine Harvester MUD MAX dengan daya 100 HP dijual sekitar Rp300 juta .

Kebutuhan Lahan dan Mobilitas Alat

Kebutuhan lahan menentukan dimensi alat yang sesuai. Combine harvester dengan lebar kerja 1.450 mm hingga 2.200 mm dapat bekerja di berbagai jenis sawah . Pertimbangkan juga berat alat dan tekanan tanah (ground pressure) untuk menghindari kerusakan lahan.

Perbandingan Spesifikasi Combine Harvester dari Berbagai Supplier INAPROC

Perbandingan spesifikasi combine harvester dari berbagai Supplier INAPROC untuk kebutuhan pengadaan alat pertanian
Perbandingan spesifikasi combine harvester membantu menentukan unit yang sesuai dengan kebutuhan lahan dan operasional.

Membandingkan spesifikasi dari berbagai supplier INAPROC membantu tim pengadaan melihat perbedaan kapasitas, daya mesin, fitur, dan layanan yang ditawarkan. Perbandingan ini dapat menjadi dasar untuk menilai kesesuaian produk dengan kebutuhan. Selain spesifikasi teknis, perhatikan harga, garansi, suku cadang, layanan purna jual, serta legalitas penyedia agar proses pengadaan lebih objektif.

Perbedaan Berdasarkan Kapasitas dan Daya

Berbagai supplier INAPROC menawarkan combine harvester dengan spesifikasi berbeda. Combine Harvester GPM-050 dibanderol sekitar Rp349,8 juta, sementara Kubota DC-35 Pro dapat mencapai Rp895 juta tergantung spesifikasi . Supplier terverifikasi LKPP seperti Brillian Cahaya Sukses menyediakan produk dengan TKDN tinggi dan dukungan purna jual .

Keunggulan Fitur Masing-Masing Supplier

Beberapa supplier menawarkan fitur unggulan seperti sistem transmisi yang lebih canggih, kapasitas grain tank lebih besar, atau teknologi pemotongan yang lebih presisi. Pilih supplier yang memberikan garansi minimal satu tahun dan memiliki pusat layanan di wilayah operasional Anda.

Perusahaan kami telah memenuhi standar kualifikasi nasional sebagai mitra penyedia Inaproc yang resmi dan terpercaya.

Kisaran Harga Combine Harvester di Pasaran

Harga combine harvester di pasaran dapat berbeda berdasarkan merek, kapasitas mesin, fitur, teknologi, dan kebutuhan operasional. Biaya pengiriman serta layanan purna jual juga dapat memengaruhi harga akhir. Karena itu, tim pengadaan sebaiknya membandingkan harga dari beberapa produk dengan spesifikasi setara agar penentuan anggaran lebih objektif dan sesuai kebutuhan lahan.

Faktor yang Mempengaruhi Harga

Harga combine harvester dipengaruhi oleh merek, kapasitas mesin, fitur, lokasi pengiriman, dan kebijakan supplier. Produk dengan TKDN tinggi dan sertifikasi SNI umumnya memiliki harga lebih kompetitif .

Estimasi Harga Berdasarkan Spesifikasi

Berdasarkan data e-Katalog LKPP dan informasi dari supplier INAPROC, berikut kisaran harga:

  • Combine harvester kecil (daya 11 HP): sekitar Rp125-183 juta
  • Combine harvester sedang (daya 22-35 HP): sekitar Rp183-349 juta
  • Combine harvester besar (daya 70-100 HP): sekitar Rp475-795 juta

Harga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan supplier dan perkembangan pasar.

Kesimpulan dan Rekomendasi Memilih Supplier INAPROC Terpercaya

Memilih combine harvester dari supplier INAPROC yang tepat membutuhkan pemahaman mendalam tentang spesifikasi teknis, kapasitas mesin, dan kebutuhan spesifik lahan Anda. Pastikan untuk membandingkan spesifikasi dari berbagai supplier, memeriksa legalitas dan sertifikasi, serta meminta konsultasi langsung untuk mendapatkan rekomendasi terbaik.

Butuh bantuan menentukan spesifikasi combine harvester yang sesuai? Konsultasikan kebutuhan pengadaan Anda dengan tim ahli kami. Kami siap membantu menyusun spesifikasi teknis dan memberikan rekomendasi produk terbaik dari supplier INAPROC terpercaya. Hubungi kami sekarang untuk konsultasi gratis!

Sebagai bentuk transparansi dalam pengadaan barang dan jasa, Anda dapat melihat profil Hasangapon Karya Indonesia di katalog Inaproc secara resmi.

FAQ

Apa itu INAPROC dan bagaimana cara mencari supplier combine harvester di dalamnya?

INAPROC adalah platform e-katalog LKPP yang memuat daftar penyedia barang/jasa terverifikasi. Untuk mencari supplier combine harvester, Anda dapat mengakses situs e-Katalog dan melakukan pencarian berdasarkan nama barang atau kategori alat mesin pertanian .

Berapa daya mesin combine harvester yang ideal untuk sawah di Indonesia?

Untuk sawah di Indonesia, daya mesin 35 HP hingga 70 HP cukup ideal. Namun, untuk lahan yang lebih luas atau kondisi berat, daya 100 HP dapat menjadi pilihan .

Apa yang dimaksud dengan TKDN dan mengapa penting dalam pengadaan combine harvester?

TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) adalah persentase komponen produk yang diproduksi di Indonesia. Dalam pengadaan pemerintah, produk dengan TKDN minimal 25% mendapat preferensi, dan untuk alat mesin pertanian, TKDN ≄ 82% sangat diutamakan .

Berapa harga combine harvester terbaru di pasaran?

Harga combine harvester bervariasi, mulai dari sekitar Rp125 juta untuk tipe kecil hingga Rp795 juta untuk tipe besar. Combine harvester terbaru seperti MUD MAX dibanderol sekitar Rp300 juta .

Apa saja yang perlu diperiksa sebelum membeli combine harvester dari supplier INAPROC?

Periksa legalitas supplier, status keaktifan di e-Katalog, spesifikasi produk, TKDN, garansi, ketersediaan layanan purna jual, dan rekam jejak pengadaan sebelumnya .